Cara Mengelola Profit Perusahaan

Cara Mengelola Profit Perusahaan Secara Bijak dan Sesuai

Cara mengelola profit perusahaan agar dapat bermanfaat untuk pengembangan bisnis dibutuhkan strategi yang matang. Anda harus bisa memanage profit atau laba perusahaan dengan bijak. Pasalnya, banyak perusahaan bonafit yang tiba-tiba jatuh bangkrut karena tidak bisa mengelola profit dengan benar. Oleh sebab itu, dibutuhkan perhitungan yang rinci dan detail tentang alokasi laba.

5 Tips Jitu Tentang Tata Cara Mengelola Profit Perusahaan

Terdapat beberapa tips tentang tata cara pengelolaan laba yang diperoleh perusahaan. Berikut ini uraian lengkap tentang 5 tips yang bisa Anda terapkan agar laba perusahaan dipergunakan dengan tepat dan efisien:

  1. Alokasikan 50% profit untuk modal perusahaan

Cara mengelola profit perusahaan agar bisa mengembangkan bisnis dengan baik adalah dengan mengalokasikan sebagian besar laba untuk modal tambahan. Anda bisa mengambil 50% dari laba untuk kegiatan ekspansi perusahaan. Prosentase tersebut bisa dipertimbangkan kembali sesuai dengan situasi dan kondisi.

Nantinya, modal tersebut dapat dimanfaatkan untuk menambah stock barang, peningkatan layanan akomodasi, dan kegiatan operasional lainnya. Tambahan dana untuk modal yang diputarkan pastinya akan sangat menunjang produktivitas. Lambat laun perusahaan Anda akan jauh lebih maju dan berkembang.

  1. Alokasikan 20% profit untuk investasi

Kegiatan investasi dinilai sangat menjanjikan untuk kelangsungan hidup di masa mendatang. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengalokasikan laba perusahaan minimal 20% ntuk kegiatan investasi. Tujuannya tak lain sebagai dana cadangan atau simpanan jika suatu saat nanti dibutuhkan untuk kepentingan perusahaan yang urgent dan mendadak. (Baca juga : apa itu intensifikasi pajak)

Pilihlah jenis investasi yang aman dan menjanjikan dalam jangka panjang. Beberapa diantaranya yaitu investasi emas batangan, surat-surat berharga, tabungan, deposito, property, dan lain sebagainya. Sebaiknya melakukan investasi pada barang-barang yang bersifat liquid atau mudah dicairkan.

  1. Alokasikan 10% profit untuk Corporate Social Responsibility (CSR)

Tujuan perusahaan tidak hanya seputar mencari laba yang maksimal, namun ada tanggung jawab sosial yang diemban. Perusahaan harus mengalokasikan labanya kurang lebih 10% untuk kegiatan CSR atau bantuan sosial. Hal ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawabnya kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

Dana tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk sumbangan kepada panti sosial atau dalam bentuk zakat dan infaq. Perusahaan tidak hanya berkewajiban untuk mensejahterakan seluruh karyawan dan pihak-pihak terkait saja. Akan tetapi, terdapat kewajiban lain yang harus ditunaikan sebagai makhluk sosial.

  1. Alokasikan 10% profit untuk mengembangkan bisnis

Anda harus mengalokasikan profit sedikitnya 10% dalam rangka mengembangkan bisnis. Perusahaan akan semakin berkembang jika didukung dengan teknologi yang lebih modern. Anda bisa meningkatkan sistem IT perusahaan agar bisa mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya adalah dengan mengubah sistem pengelolaan keuangan dalam bentuk digital. Telah banyak tersedia software keuangan usaha  yang dapat Anda terapkan di perusahaan.

  1. Alokasikan 10% profit untuk reward

Setelah 90% dimanfaatkan untuk kepentingan perusahaan, tentunya Anda meninginkan hasil dari kerja keras bukan? 10% dari laba bersih bisa diambil sebagai reward atas prestasi Anda selama sebulan terakhir dalam membangun sebuah bisnis. Uang tersebut bisa dipergunakan untuk kebutuhan pribadi.

Cara mengelola profit perusahaan memang bukan hal yang bisa dianggap sepele. So, bagi Anda yang membutuhkan jasa pengelolaan bisnis, Finata siap membantu kapanpun dan dimanapun Anda berada. Cara kerja Finata berbasis online sehingga dapat dengan mudah memantau dan memanage perkembangan bisnis Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *