Pemeran Jonathan Wick serta peran nya di dunia sinema

Studio game dibalik kepopuleran seri game The Witcher, CD Project RED, mengumumkan game terbaru mereka plus membuat seorang Keanu Reeves sebagai presenternya. Bukan hanya berakhir sebagai central attention, Keanu Reeves juga diseleksi untuk memerankan salah satu character pendamping didalamnya. Hal ini mengembangkan keterampilan Keanu Reeves di dunia seni peran menjadi lebih sempurna karena memang game ini sangat ditunggu di dunia video game abad ke 21. Keanu ‘freakin’ Reeves bukan hanya menggunakan suara nya saja melainkan juga menggunakan full motion capture atas seluruh fisiknya untuk seorang karakter bernama Jonny Silverhand.

 

Sosok aktor Keanu Reeves seakan akan bangkit kembali setelah lama tak terdengar berkat booming nya film seri ketiga aksi thriller John Wick sedangkan faktanya orang ini sudah tidak asing lagi dengan dunia perfilman karena sudah sangat lama menekuni karir tersebut. Keanu Reeves starts peran dilayar lebarnya pada sebuah film bergenre drama sport “Youngblood” yang di luncurkan pada tahun 1986. Film yang menampilkan tentang olahraga Hoki Es ini menjadi step Keanu Reeves di zona film meskipun film yang dikomandoi Peter Markle ini tidak begitu bagus. Bukan jadi lead actor, melainkan hanya menjadi seorang pemeran pembantu bernama Heaver, tidak menyulutkan tekad Keanu untuk tetap bekerja di bidang ini. Dia ini memiliki kehidupan private yang sangat kontras dengan pencapain nya di dunia professional. Cerita cerita penguras air mata individu ini sukses menjadi bahan diskusi di mana mana. Kesadaran yang menabrak Keanu Reeves inilah yang membuat dia sering bilang bahwa actor juga seorang manusia yang memiliki kehidupan nyata yang mungkin bisa berbeda dari filmnya.

 

Rekam jejak sosok inspiratif ini yang bias anda dapatkan di berbagai artikel daring bisa anda baca untuk sekadar mengetahui struggle nya orang seperti Keanu Reeves. Berbagai kesialan tersebut membuat Keanu Reeves terlahir kembali sebagai orang yang lebih baik dan rendah hati.

 

Dua judul film Keanu Reeves yang sukses memunculkan penggemar di Indonesia ialah Johnny Mnemonic dan The Matrix. Tema beraroma masa depan plus dicampuri tema dystopia adalah dua kata kunci yang lumayan diterima baik oleh penikmat film Indonesia. Keanu Reeves telah berkecimpung langsung dengan tema tema futuristical dystopia jadi bisa saja factor tersebutlah yang menjadikan CD Project RED harus mengambil nya ditambah juga moment hype tentang dirinya yang terus meningkat.

 

Sekedar tambahan tulisan unik, aktris berkawakan sempurna Sandra Bullock pernah tampil dalam satu film,  berjudul Speed, dengan Keanu Reeves. Film Speed ini memiliki core cerita tentang sebuah bom yang di sematkan pada sebuah bus dan buruk nya mereka berdua berada di dalam bus itu sembari harus berlomba dengan waktu untuk menghentikan bom nya. Sebuah keunikan muncul sekian lama setelah film ini tayang. Film ini muncul di sinema pada tahun 1994, nyatanya pada tahun 2019 ini mereka berdua mengutarakan pernah saling punya perasaan tetapi memilih untuk lebih baik sama sama focus ke progress film Speed ini, dan pernyataan tersebut dinyatakan oleh mereka sendiri pada sebuah acara talkshow bernama Ellen DeGeneres.

 

Menurut saya sebagai seorang penikmat film bukan kritikus, saya lebih menaruh pilihan ke film Johnny Mnemonic dan Constantine dari pada, tanpa menjatuhkan kualitas, film seri The Matrix untuk sekedar mengakui di sana bahwa ada actor bernama Keanu Reeves. Dengan nonton sebuah film berjudul Johnny Mnemonic saya sebagai seorang penikmat film biasa hanya bisa menyatakan kekaguman dengan berbagai hal teknologi future, hal yang mirip dengan film Constantine yang mampu membuat saya mencari tahu lebih dalam tentang karakter ini plus dimulainya hobby saya terhadap DC Comic. Keanu Reeves berperan menjadi seorang Johnny Mnemonic yang menugaskan dia untuk membawa data storage penting yang di implant di otak nya untuk menyelamatkan dunia, suatu cerita yang lumayan memukau di waktunya nya film itu rilis. Konflik Dunia Ghaib dengan dunia manusia yang sangat intense adalah cerita utama dari seorang karakter iconic dari DC Comics, John Constantine, seorang detective supranatural berkediaman di London ini tentu saja di di lakukan oleh Keanu Reeves.

 

TL;DR Bapak beridentitas lengkap Keanu Charles Reeves ini memang bangkit kembali setelah sekian lama menghilang. Apalagi dengan hadirnya film John Wick Chapter 3 Parabellum yang ditunggu, mempertegas lagi bahwa memang Keanu Reeves masih ada. Di sini sendiri film ketiga dari seri film John Wick benar benar berkesan karena si karakter utama memiliki scene combat dengan dua orang Martial Artist pencak silat asal Indonesia yaitu  Cecep Arif Rahman dan Yayan Ruhian. Aksi Thriller tentu tayang dalam film tersebut tapi ada additional keunikan lagi yaitu di akhir pertarungan dengan dua Aktor Indonesia itu John Wick tiba tiba untuk bercakap dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Atensi dunia negara lain pun kembali menatap Indonesia karena berbagai referensi pencak silat plus percakapan berbahasa nya tampaknya menjadikan Indonesia semakin positif.

source: https://seperempat.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *